Blogging the Satipaṭṭhāna

www.bloggingthekammatthana.wordpress.com

Tanha

Posted by The Monk pada September 10, 2010

Ada 3 ketagihan:

1. Kama tanha: Ketagihan melihat bentuk-bentuk bagus, suara-suara indah, wewangian, makanan dan minuman lezat, sentuhan lembut, ilmu-ilmu baru.
Terjadi karena pikiran terus merekam apa yang disuka dan takdisuka.
Menghentikannya dengan menghentikan perasaan. Hasilnya mampu melihat semua penderitaan pada tubuhnya tanpa rasasakit.

2. Bhava tanha: Ketagihan untuk menjadi bentuk-bentuk baru seperti direktur, dewa, dsb.
Terjadi karena menganut pandangan salah. Misal: Mengucap “terimakasih” saat diejek atau dibentak. Melakukan shalat dan puasa. Berusaha agar menang selalu dalam kehidupan, diajar untuk kaya dan berhasil. Ingin jadi biksu, ingin jadi Buddha.
Seorang biksu yang gagal berlatih akan berubah kebanci-bancian_ini bukan yang ditunjukkan Buddha, tapi bagi yang selesai berlatih aspek kewanitaannya pun berhasil ia hapus. Sedang bagi biksuni yang gagal tak akan berubah jadi macho karena wanita tak punya aspek lelaki dalam dirinya.
Menghentikannya dengan tak berdiam pada setiap bentuk-bentuk. Bentuk manusia, bentuk pria, bentuk wanita, dsb. Menjadi banci terjadi karena keinginan sendiri, misal karena ajaran salah bahwa harus selembut wanita dsb. Sedang menjadi gay adalah karmaburuk, yaitu karena melakukan incest dimasalalu.

3. Vibhava tanha: Ketagihan untuk berhenti menjadi seperti menjadi Tuhan atau menjadi hilang.
Terjadi karena terburu-buru belajar, karena ingin berbuat baik, karena ingin memperkuat Diri dengan membungkusnya sebagai sesuatu yang suci seperti Keberadaan.
Contoh: Seseorang yang memaksa dirinya untuk menjadi biksu padahal belum meneliti ajaran buddhism dengan seksama dan belum mencoba latihan-latihannya.
Menghentikannya dengan mengikuti proses karma dan pembelajaran yang terjadi secara netral.

2 Tanggapan to “Tanha”

  1. avijjasesa said

    Maaf Saya sedikit ingin tahu atas nasib pendemo yang Anda dapat dari :

    True – Thich did sacrifice himself as a way of protesting about #Damz#Idyyod#Paking#Koruptor#Katolollik-rulez (in a mainly Buddhist country) but I’m pretty sure that this isn’t real footage, possibly a remake from a film (cinematic scene changes and camera angles?). Anyway, truely sad story.

    Apakah Akhirnya Beliau Diezzz in That Burning?

    • Ya tentusaja dia mati. Karena itu adalah satu tingkat pencapaian jhana 4, dimana tak ada suka tak ada duka akan sakit, fokus akan elemen api tapi tanpa menimbulkan abhinna karena praktek ketakmelekatan. Sengaja menghabiskan kammaburuk bagian “dibakar”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: