Blogging the Satipaṭṭhāna

www.bloggingthekammatthana.wordpress.com

Cara Kerja Vipassana Bhavana

Posted by The Monk pada November 1, 2010

Kelenjar Pineal adalah kelenjar yang paling misterius di dalam tubuh manusia. Buddha menyebutnya tempat awareness. Berjuta-juta tahun yang lalu, binatang reptil kuno memiliki mata ketiga berada di puncak kepala, yang sangat sensitive terhadap cahaya dan mengatur perputaran irama alami pada tubuh mereka. Dalam perjalanan evolusi, “mata” tersebut telah masuk ke otak dan menjadi kelenjar pineal pada binatang mamalia, termasuk manusia yang masih sensitive terhadap cahaya.

Akhir-akhir ini para peneliti lebih banyak memberi perhatian pada kelenjar pineal. Eksperimen-eksperimen dilakukan diberbagai pusat kesehatan diseluruh dunia, khususnya di University of New South Wales di Australia. Para Ilmuwan telah menemukan bahwa kelenjar ini mengeluarkan hormon yang sangat ampuh yang disebut melatonin, yang membuat pikiran menjadi introvertif yang memberikan rasa kebahagiaan tanpa batas serta kesadaran yang lebih tinggi.

Sebenarnya Kelenjar Pineal ini menghasilkan dua macam hormon penting dalam mengendalikan aktifitas manusia. Kelenjar ini berfungsi juga mengeluarkan hormon serotonin yang memberikan pengaruh semangat untuk melakukan aktifitas fisik. Ini terjadi khususnya pada siang hari dimana kelenjar-kelenjar yang dibawahnya sangat aktif karena kegiatan fisik tubuh. Sebaliknya pada malam hari dimana semua kelenjar-kelenjar dibawahnya menjadi kurang aktif, kelenjar ini mencapai puncak fungsinya mengeluarkan hormon melatonin.

Sejak berabad-abad, para yogi (praktisi ‘meditasi’ agama hindu) mengembangkan banyak latihan-latihan bersifat fisik dan mental seperti meditasi yang disusun untuk menpengaruhi kelenjar pineal untuk mencapai ketenangan dan memperdalam pikiran serta bimbingan-bimbingan untuk mencapai kesadaran tertinggi. Beberapa yoga yang tak berhubungan dengan pembebasan, seperti hatha yoga secara tak langsung membantu menghasilkan Melatonin yang memberi kesabaran dan kedamaian pikiran serta mengembangkan daya ingatan. Sedang yoga yang berhubungan dengan pembebasan yaitu Kriya Yoga dan Kundalini Yoga versi asli yang cuma diketahui penulis blog ini bisa bekerjasama dengan latihan buddhism.

Beberapa pakar percaya itu merupakan Pusat yang membawa “kode kehidupan” dan memberi perintah pada tubuh. Penelitian akademis baru-baru ini telah menemukan bahwa kelenjar pineal mengandung sel-sel peka-cahaya yang berfungsi sebagaimana retina mata, membuktikan fakta bahwa kelenjar pineal bisa “melihat”. Jika kelenjar pineal berhubungan dengan cakra mahkota, maka kelenjar pituari berhubungan dengan cakra ajna (meski begitu kelenjar pineal juga menyempurnakan dayakerja cakra ajna). Penelitian modern terhadap produksi melatonin oleh kelenjar pineal telah menyingkap tabir misterinya atas beberapa hal.

Kelenjar pineal adalah organ berbentuk kerucut yang datar seukuran kacang kapri terletak di bagian tengah otak tengah. Berat massa terbesarnya dicapai pada masa kanak-kanak, tapi mengapur dan menciut dengan meningkatnya usia. Produksi melatonin oleh kelenjar pineal ditentukan oleh jumlah cahaya yang diterima, karena kelenjar itu berperan sebagai jam tubuh, karena kepekaannya terhadap cahaya dan pengaturan siklus tidur-bangun. Sepanjang tidur tengah malam, tingkat melatonin dalam tubuh naik, mencapai puncaknya antara jam 11 malam hingga jam 2 dini hari, dan lalu merosot tajam begitu hari yang baru terbit. Produksi melatonin berkaitan dengan usia, meningkat tiga bulan setelah kelahiran, mencapai puncak pada usia enam tahun dan mulai merosot setelah masa pubertas.

Selama ini orang mengenal kelenjar pineal cuma bisa dibangkitkan dengan latihan hinduism, tapi sebenarnya tak. Justru yang mengoptimalkannya 100% cuma latihan buddhism. Yaitu dengan Vipassana Bhavana. Tapi cuma para bhikkhu yang bisa melakukannya, karena adanya ‘resiko’ melemahnya ereksi, dan tak kembalinya ereksi untuk selamanya di kehidupan mendatang. Hal ini berbeda dengan para pendeta yang bisa menjadi pendeta tanpa adanya kejadian itu.

Saat memulai kehidupan barunya, seorang bhikkhu mengerti daerah mana saja yang merupakan daerahnya, dan mana yang bukan daerah bhikkhu. Seperti yang dikatakan dalam Makkata Sutta, “Jika bhikkhu berkelana di daerah lain maka setan akan menangkapnya, tapi jika ia berkelana dalam daerahnya sendiri maka setan tak bisa menangkapnya.” Daerah lain itu adalah apapun yang diindrai, seperti suara, bentuk-bentuk, dst. Sedang daerahnya sendiri adalah perhatian penuh akan 4 hal (fisik, perasaan, pikiran, obyek-obyek).

Jika bhikkhu berkelana di harta misalnya, maka setan bisa menangkapnya, lalu menekan kebhikkhuannya melalui harta. Dsb. Karena itu, semua upadhi (perolehan indra) seperti internet, makanan, suara-suara, bukanlah kehidupan bhikkhu. Perhatian penuhnya akan itulah kehidupannya. Dari pengertian ini, ia bisa mulai latihan vipassananya. Semakin lama ia berlatih, kebuddhaan/awareness/bodhinya semakin teroptimalisasi, dan saat menjadi Buddha ia sudah tak menggunakan otak lagi, tapi 100% cuma beroperasi dari kelenjar pineal. Sampai-sampai Sang Buddha saat berbicara dengan Ananda terpaksa membuang banyak energy hidupnya ke angkasa, agar umurnya menjadi pendek dan bisa mati normal seperti manusia lain.

Meski begitu, karena ia sudah menjadi Buddha, saat tubuhnya mati, tubuhnya menjadi luarbiasa berat karena sudah tamat berlatih kekosongan, akhirnya sisa tubuhnya yang tak hangus terbakar menjadi sarira, yang kadang sering dipakai para pekungfu untuk meningkatkan sinkang mereka.

Banyak juga kaum beragama lain yang ingin sekuat buddhist tapi tak mampu karena latihannya salah, akibatnya cuma menghasilkan kehidupan yang berpusat pada seks yang dibismillahi, makan yang dibismillahi, dan sejenisnya. Itu bukan apa-apa. Masih belum perhatian penuh akan upadhi, tapi cuma perhatian penuh akan Allah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: