Blogging the Satipaṭṭhāna

www.bloggingthekammatthana.wordpress.com

Vedananupassana, Pembersihan Bawahsadar

Posted by The Monk pada Januari 20, 2011

“Saat mengalami perasaan menyenangkan, ia sadar ‘ini menyenangkan‘.
Saat mengalami perasaan mengganggu, ia sadar ‘ini mengganggu‘.
Saat mengalami perasaan fisik menyenangkan, ia sadar ‘ini menyenangkan‘.
Saat mengalami perasaan fisik mengganggu, ia sadar ‘ini mengganggu‘.
Saat mengalami perasaan bukan tak menyenangkan dan bukan tak mengganggu, ia sadar ‘ini bukan tak menyenangkan dan bukan tak mengganggu‘.”

Muncul rasa senang, diamati berubah menjadi netral (bukan tak menyenangkan dan bukan tak mengganggu). Netral akan mengeluarkan kekuatan bawahsadar terpendam seperti suka, diamati lagi berubah menjadi tanpa rasa. Final, isi bawahsadar itu tak akan muncul lagi untuk selamanya.

Meskipun pada manual terdapat pengamatan untuk rasa taksuka, tapi sebenarnya tak ada yang bisa mengamati rasa taksuka. Itu cuma untuk mengetahui kehadirannya saja, bukan untuk diamati, karena saat berniat begitu langsung lenyap, karena rasa taksuka cuma akibat takpernah sadar akan kehadiran rasasuka. Jadi praktek vedananupassana sebenarnya adalah: Mengamati rasasuka (fisik dan mental), mengamati rasa netral (fisik saja). Rasa netral tak mungkin muncul di lapis sadar yang menguasai fisik dan mental, tapi cuma muncul di lapis bawahsadar yang menguasai fisik saja. Bawahsadar adalah apa yang sudah “jadi”, seperti fisik, dan dunia yang bisa dialami langsung.

Disiplin fisik yang mempercepat pembersihan bawahsadar adalah berpuasa setiapmalam seumur hidup.

4 Tanggapan to “Vedananupassana, Pembersihan Bawahsadar”

  1. akmalhasan said

    Bagaimana dengan cinta, apa itu diperbolehkan?

    Salam hangat,
    Akmal

    • Cinta karena simpati termasuk rasasuka, jadi tidak bisa.
      Cinta karena simpati dapat memancing arus kelahirankembali lagi. Sehingga tua lagi sakit lagi mati lagi.

      • Sedang cinta sesama yaitu metta, itu bukan berasal dari olah prilaku tapi berasal dari olah meditasi. Karena cuma yang sudah lulus dhatuvavatthana yang menguasai metta, sehingga itu merupakan energy meditasi saja yang tidak akan memancing kelahirankembali, karena metta itu tak bisa didiami oleh siapapun. Ia adalah energy meditatif yang bergerak dengan sendirinya mengikuti perkembangan jhana seseorang.

        • Seseorang tidak menerapkan metta dengan mencoba mencintai sesama, karena itu sudah mirip metode kristen atau islam yang cuma bertaraf sila saja, belum meditasi sehingga bukan ajaran Sang Buddha, terkecuali sebagai sila/syariat saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: